Diri Anda, dibentuk oleh karakter Anda. Karakter Anda, disusun dari berbagai
perilaku Anda. Perilaku Anda, dibangun oleh berbagai sikap dan kebiasaan
Anda. Dan apa yang menjadi kebiasaan Anda, adalah pengulangan berbagai
fenomena kesuksesan. Nggak percaya?
Apa yang akan menjadi kebiasaan Anda, adalah segala hal, tindakan, atau
aktivitas yang Anda anggap - dengan sadar atau tanpa sadar - sukses dan
berhasil. Apa yang berhasil Anda ciptakan atau lakukan, akan mendorong Anda
untuk mengulanginya. Lagi dan lagi. Sebaliknya, apa yang Anda anggap gagal
atau tidak berhasil, normalnya sih tak akan Anda ulangi lagi.
Untuk sementara, mari kita lepas dulu aspek benar atau salah, dan baik atau
buruk. Letakkan di luar diri Anda, dan mari ikuti Saya.
Seorang pencuri melakukan pencurian untuk pertama kalinya. Jika ia berhasil
mencuri tanpa tertangkap, akankah ia mencuri lagi? Ya, ia akan mencuri lagi.
Jika tidak tertangkap juga pada tindak pencurian berikutnya, ia akan mencuri
lagi untuk ketiga kalinya. Begitu seterusnya, sampai terbentuk kebiasaan
"sukses"-nya. Terbentuklah perilaku "sukses"-nya. Terbentuklah karakter
"sukses"-nya. Jadilah pencuri itu sebagai pencuri "sukses".
Jika suatu kali sang pencuri itu tertangkap polisi, akankah ia mengulanginya
lagi? Bisa ya, bisa tidak. Jika ia mengulanginya lagi, maka ia mengulangi
"kegagalan". Itu namanya pencuri bodoh. Pencuri yang tidak sukses.
Bagaimana dengan diri Anda sekarang? Apakah Anda terbiasa begadang sampai
detik ini? Jika ya, tetap saja, Anda adalah manusia sukses. Sebab kebiasaan
begadang Anda, hanya terjadi karena begadang itu sukses buat Anda. Anda
begadang, dan kemudian Anda tidak merasakan efek buruknya. Anda merasa
berhasil dan "sukses" begadang. Anda mengulanginya, dan terbentuklah diri
"sukses" Anda.
Jika suatu saat Anda jatuh sakit karena kebiasaan begadang Anda, maka Anda
akan dihadapkan pada pilihan. Jika Anda berhenti atau mengurangi begadang,
maka Anda akan terlahir kembali menjadi manusia "sukses" yang baru. Jika
Anda tetap doyan begadang, maka Anda terjerumus menjadi manusia tidak
sukses. Ndablek namanya. Gagal kok diulangi lagi.
Contoh lain. Jika sampai detik ini Anda terbiasa telat masuk kantor setiap
hari, Anda juga tetap manusia "sukses". Sebab karakter, perilaku, dan
kebiasaan itu, pasti terjadi karena Anda "sukses" melakukannya. Alias,
selama ini aman-aman saja. Jika kemudian, ternyata gaji Anda dipotong
sebagai konsekuensi dari terbongkarnya kebiasaan Anda, maka sekali lagi Anda
punya pilihan. Berhenti atau meneruskan. Melakukan hal yang sama atau
melakukan hal yang berbeda.
Jika Anda berhenti dan berubah menjadi rajin masuk kerja, maka Anda lahir
kembali menjadi manusia "sukses" yang baru. Jika Anda berusaha kreatif untuk
tetap telat dengan berganti "metode telat", dan itu ternyata berhasil, maka
Anda akan menjadi manusia "sukses" yang baru juga. Tetap saja, Anda adalah
manusia "sukses". Akan tetapi, jika Anda teruskan strategi telat Anda dengan
metode lama yang sudah terbukti gagal, maka sekali lagi Anda ndablek. Anda
berganti menjadi manusia yang tidak "sukses".
Anda suka ngebut sembarangan di jalanan? Sepanjang Anda tidak celaka, Anda
adalah manusia "sukses" sebagai setan jalanan. Jika Anda kemudian nyungsep
ke got atau berkesempatan mencium tiang listrik, maka waspadalah, di situ
akan muncul pilihan. Besok ngebut lagi dengan kesembarangan yang sama, atau
lebih hati-hati berkendara. Anda lebih berhati-hati, maka Anda berubah
menjadi manusia "sukses" yang baru. Anda tetap ngebut sembarangan, Anda
mungkin sudah gila. Setan jalanan yang gila dan tidak sukses.
Suka ninggalin shalat? Anda tetap sukses tuh. Sebab, konsekuensinya bisa
jadi belum akan Anda terima selagi Anda hidup di dunia. Karena Anda anggap
aman-aman saja, maka Anda mengidentifikasinya sebagai sebentuk kesuksesan.
Kemudian, Anda akan mengulanginya sehingga menjadi sikap, kebiasaan,
perilaku, dan akhirnya karakter. Karakter manusia yang "sukses" (di dunia).
Begitulah. Anda sebut saja. Apapun yang menjadi pilihan cara berpikir dan
cara bertindak Anda, dan kemudian Anda kembangkan menjadi sikap, perilaku,
dan kebiasaan, akan selalu mencerminkan karakter sukses Anda. Anda memilih
jadi orang baik atau jadi orang jahat, tetap saja Anda adalah manusia
"sukses". Jadi orang kuat atau orang lemah, dua-duanya sama suksesnya.
Kuncinya, ada pada pilihan Anda. Pandai-pandailah memilih. Dan ingatlah
bahwa apapun yang Anda pilih, akan mencerminkan "kesuksesan" Anda.
Mari kita masukkan kembali aspek benar atau salah dan baik atau buruk, yang
tadi kita copot untuk sementara. Sekarang Anda pilih yang mana? Hal, cara
pikir, sikap, tindakan yang baik atau yang buruk? Yang benar atau yang
salah? Dari situlah semua kesuksesan Anda bersumber. Apapun yang Anda pilih,
akan mensukseskan diri Anda. Sukses apa yang Anda mau? Sukses mana yang Anda
inginkan?
Percayalah pada Saya. Tak perlu khawatir, sebab Anda sudah sukses detik ini
juga. *Just beware of Your choices!*
Monday, November 5, 2007
Makna Sahabat
Bagi saya seorang sahabat memiliki makna 3 hal, membahagiakan,
menggembirakan dan menyenangkan. Jika kehidupan selalu silih berganti
datangnya kebahagiaan dan penderitaan namun seorang sahabat hadir
dalam bentuk 3 hal diatas sehingga kehadiran orang sahabat saling
memuliakan membuat hidup ini menjadi indah.
Sebagai seorang sabahat. Walaupun tak sempat bertegur sapa, susah di
hubungi, terkadang males juga jawab email, yang pasti banyak luput dan
dosa.Tak lupa dengan segenap kerendahan hati, saya mengucapkan mohon
maaf lahir batin jika ada kekurangan ataupun kesalahan. Keberadaan
anda sebagai sahabat buat saya adalah membahagiakan, menggembirakan
dan mennyenangkan hidup ini.
posted by :agussyafii
menggembirakan dan menyenangkan. Jika kehidupan selalu silih berganti
datangnya kebahagiaan dan penderitaan namun seorang sahabat hadir
dalam bentuk 3 hal diatas sehingga kehadiran orang sahabat saling
memuliakan membuat hidup ini menjadi indah.
Sebagai seorang sabahat. Walaupun tak sempat bertegur sapa, susah di
hubungi, terkadang males juga jawab email, yang pasti banyak luput dan
dosa.Tak lupa dengan segenap kerendahan hati, saya mengucapkan mohon
maaf lahir batin jika ada kekurangan ataupun kesalahan. Keberadaan
anda sebagai sahabat buat saya adalah membahagiakan, menggembirakan
dan mennyenangkan hidup ini.
posted by :agussyafii
Senyum Itu Indah dan Mudah
Pagi ini saya ketika hendak ke kantor, saya melewati gedung Pertamina. Ada spanduk besar dengan wajah seorang gadis yang sedang tersenyum dan sebuah pertanyaan yang cukup menarik buat saya. Pertanyaannya adalah "Sudahkah anda tersenyum hari ini?"
Setiap pagi, siang, sore dan malam saya selalu bertemu dengan orang yang selalu tersenyum. Entah di kantor, di rumah, di jalan, di bus, saya merasakan hangatnya senyuman bagai sinar matahari pagi. terkadang senyum itu merupakan pekerjaan paling mudah namun sulit bagi orang-orang tertentu. Misalnya orang yang sedang patah hati, sakit gigi atau ribut sama istri.
Sebenarnya ada cara gampang agar kita mudah senyum. Caranya adalah syukurilah hidup ini ditengah hadirnya kebahagiaan dan penderitaan yang datang silih berganti. Gampang bukan?
posted by :agussyafii
Setiap pagi, siang, sore dan malam saya selalu bertemu dengan orang yang selalu tersenyum. Entah di kantor, di rumah, di jalan, di bus, saya merasakan hangatnya senyuman bagai sinar matahari pagi. terkadang senyum itu merupakan pekerjaan paling mudah namun sulit bagi orang-orang tertentu. Misalnya orang yang sedang patah hati, sakit gigi atau ribut sama istri.
Sebenarnya ada cara gampang agar kita mudah senyum. Caranya adalah syukurilah hidup ini ditengah hadirnya kebahagiaan dan penderitaan yang datang silih berganti. Gampang bukan?
posted by :agussyafii
Thursday, July 26, 2007
Doa ku
Bapa kami yang ada di dalam surga
Terima kasih Tuhan, Karena Engkau memberi kami keinginan untuk maju,
meraih impian dan cita-cita, untuk berkarya dan berbuat lebih baik lagi.
Ya Bapa, Engkaulah Tuhan Pencipta kami,
Engkaulah yang berkuasa sepenuhnya atas hidup kami,
dan Engkaulah yang mengetahui apa yang terbaik bagi kami.
Jalan-jakanMu melampaui akal pikiran kami yang terbatas.
Engkau mempunyai rencana yang indah dalam kehidupan kami,
dan rencanaMu akan Kau genapi, jika kami sepenuhnya taat dan turut dalam pimpinanMu.
Ya Bapa
kami menyadari bahwa kami manusia yang tak luput dari dosa,
dan dak luput dari keinginan daging.
Karena itu ya Bapa
ajarlah kami untuk meletakan seluruh keingina kami dalam kehendak dan rencanaMu,
Menjadikan firmanMu, sebagai dasar dalam memilah-milah keinginan kami.
Ya Bapa
Dengarlah doa kami yang jauh dari sempurna ini,
biarlah kehendakMu saja yang jadi
Dalam nama Yesus Kristus
Tuhan dan Juru Selamat kami yang hidup
Haleluyah , amin
Terima kasih Tuhan, Karena Engkau memberi kami keinginan untuk maju,
meraih impian dan cita-cita, untuk berkarya dan berbuat lebih baik lagi.
Ya Bapa, Engkaulah Tuhan Pencipta kami,
Engkaulah yang berkuasa sepenuhnya atas hidup kami,
dan Engkaulah yang mengetahui apa yang terbaik bagi kami.
Jalan-jakanMu melampaui akal pikiran kami yang terbatas.
Engkau mempunyai rencana yang indah dalam kehidupan kami,
dan rencanaMu akan Kau genapi, jika kami sepenuhnya taat dan turut dalam pimpinanMu.
Ya Bapa
kami menyadari bahwa kami manusia yang tak luput dari dosa,
dan dak luput dari keinginan daging.
Karena itu ya Bapa
ajarlah kami untuk meletakan seluruh keingina kami dalam kehendak dan rencanaMu,
Menjadikan firmanMu, sebagai dasar dalam memilah-milah keinginan kami.
Ya Bapa
Dengarlah doa kami yang jauh dari sempurna ini,
biarlah kehendakMu saja yang jadi
Dalam nama Yesus Kristus
Tuhan dan Juru Selamat kami yang hidup
Haleluyah , amin
Tuesday, July 17, 2007
Cangkir yang cantik
Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudianmata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.
"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya.
"Kaubenar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,"ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yangdimaksud berbicara
"Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.”
“Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruklagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas !Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !"
“Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaanini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku.
“Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapan kuberdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Renungan :
Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentukkita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, danbanyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkankemuliaa n-Nya.
"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk aku
by Satriyo Hari @xxxx.co.id)
www.fredysetyawan. com
"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya.
"Kaubenar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,"ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yangdimaksud berbicara
"Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.”
“Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruklagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas !Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !"
“Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaanini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku.
“Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapan kuberdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Renungan :
Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentukkita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, danbanyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkankemuliaa n-Nya.
"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk aku
by Satriyo Hari @xxxx.co.id)
www.fredysetyawan. com
Monday, July 16, 2007
Allah Yang Peduli
(Mazmur 40:12-18)
Dari pembacaan ayat-ayat tersebut, kita melihat bagaimana pergumulan seorang anak manusia yang mengalami berbagai kesulitan dalam kehidupan, yang menurutnya telah melampaui kekuatannya. Sebenarnya keadaan orang ini mirip dengan apa yang kita alami. Kita menyadari, untuk menjadi seorang anak Tuhan yang berkenan kepada-Nya, yang dapat mengikuti keinginan-Nya, adalah sesuatu yang mustahil. Tetapi firman Tuhan berkata, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, menjadi mungkin bagi-Nya.” Dunia yang dihadapi dengan segala persoalannya, dan klimaksnya adalah dosa serta kuasa kegelapan, sangat melampaui kekuatan kita. Seorang anak manusia yang dapat mengikuti jejak Tuhan Yesus, biarlah bergembira dan bersuka cita karenanya, dan semua orang yang mencari Tuhan, biarlah mereka bersuka cita. Tuhanlah yang menolong dan meluputi aku, dan janganlah berlalu.
Ketika kita datang berhimpun dalam persekutuan orang-orang percaya, berarti kita sedang berperkara dengan Tuhan yang sungguh-sungguh agung. Tuhan yang menciptakan dan mengatasi alam jagat raya, artinya Tuhan yang melampaui besarnya jagat raya dan alam semesta yang unlimited (tidak terbatas) ini. Kita sedang berperkara dengan Tuhan yang mengatasi atau melampaui segala gerak sejarah, bagaimana pun dahsyatnya peristiwa sejarah itu. Namun ternyata, Tuhan yang dahsyat dan tak terbatas itu, sangat memperhatikan kita.
Dalam Yesaya 40:12-15, 23, 27-29, dinyatakan bagaimana kebesaran dan kedahsyatan Tuhan yang luar biasa. Kita tidak akan mampu mengatasi Tuhan yang agung itu dengan akal pikiran yang terbatas. Kita adalah realitas kecil dari ciptaan-Nya, sebab kita sangat kecil dibandingkan dengan gerak alam semesta dan gerak sejarah.
Ketika kita gagal mencapai suatu cita-cita, saat terpuruk dalam keadaan yang serba berkekurangan, ketika tertolak oleh lingkungan, kita dianggap pecundang, orang yang kalah. Sebagai orang yang tidak diperdulikan, maka kita pun merasa sebagai orang yang terbuang. Kalau pun menghampiri Tuhan, kita datang kepada-Nya dengan hati yang kurang percaya, kurang yakin pada kuasa-Nya. Menyampaikan permohonan kepada-Nya pun dengan ratapan dan tangisan, bukan hanya setengah memaksa, tetapi menekan-Nya. Ratapan dan tangisan itu kita gunakan sebagai sarana untuk membujuk dan merayu Tuhan. Meski pun contoh ini relatif, tetapi inilah suatu gejala yang dapat dilihat dengan mata telanjang.
Sekali lagi, dibandingkan dengan realitas dunia ini, manusia sangat kecil. Namun Dia begitu mempedulikan kita yang kecil dan miskin ini. Kita sangat diperhatikan-Nya. Jika ayat 27 mengatakan, Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: “Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?”. Sebenarnya itu adalah bahasa atau seruan kita kepada-Nya. Seiring dengan pertumbuhan rohani, seharusnya hati kita berubah. Ini sangat penting, sebab inilah kuncinya! Jika dulu kita berdoa dengan meratap dan menangis di kaki-Nya, tetapi sekarang tidak! Tuhan yang kukasihi pasti mempedulikan aku, sebab aku berharga di mata-Nya! Sesungguhnya, Tuhan mempertaruhkan seluruh yang dimiliki-Nya untuk keperluan hidup orang yang sangat dikasihi-Nya.
Jika pikiran kita tidak sanggup mengerti segala jalan-jalan-Nya, tetapi hati kita dapat percaya. Segalanya tidak terduga apa yang Dia kerjakan bagi kita. Jika Allah rela memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus kita, sesungguhnya itulah jati diri-Nya. Sehingga untuk hal-hal yang lain, apalah artinya bagi Dia? Setelah kita ditebus dengan darah yang mahal, darah Yesus Kristus, dan diangkat menjadi anak-Nya, Allah akan mengatur segala sesuatunya bagi kita, untuk mendatangkan kebaikan menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya (Flp. 4:19). Bagaimana Allah yang begitu dahsyat, mau dan rela campur tangan dengan perkara-perkara kita yang kecil, mengapa Dia terus “resek” dengan urusan kita? Itulah bukti kesetiaan dan kasih-Nya yang besar bagi umat tebusan-Nya. Allah tidak ingin kita terhilang.
Tuhan menghargai hidup kita, lebih daripada kita menghargai hidup. Tuhan yang tak terbatas itu mau terus memperhatikannya. Jika Dia menghargai kita, tentunya kita pun selayaknya menghargai hidup ini secara proporsional. Itu kalau kita mempercayai bahwa Tuhan memperhatikan hidup kita. Sebaliknya, kita sering tidak menghargai hidup ketika merasa hak kita tidak diperhatikan-Nya. Hari ini kita harus merasa yakin, bahwa hidup kita diperhatikan dan dipelihara Tuhan. Sadarilah, bahwa keadaan kita semuanya dalam kontrol Allah Bapa, yang mengasihi kita lebih daripada orangtua sendiri.
Tatkala seseorang berpaling dari Tuhan, dan mencari perlindungan pada dunia yang menjanjikan pangkat, harta, dan kesenangan lainnya, sehingga terhilang dari hadapan Tuhan. Hari-hari ini banyak orang yang lebih peduli dengan uang dan harta, filosofi mereka adalah demi kelangsungan hidup, sehingga banyak orang hanyut dengan kesenangan duniawi, dan berharap demi melengkapi kebahagiaan dapat meraih dunia sebanyak-banyaknya. Orang ini lupa bahwa Tuhan mempedulikannya sangat sempurna. Orang ini beranggapan, banyak uang maka hidupnya semakin senang. Padahal Tuhan memberikan kita kekayaan itu dengan maksud untuk digunakan bagi kemuliaan-Nya.
Tuhan mungkin menginginkan kita memiliki harta secukupnya, seberapa tepat harta yang patut kita miliki, karena memiliki harta berlebih dapat menghancurkan hidup kita sendiri. Artinya, agar kekayaan itu tidak menjerat dan membahayakan hidup kita. Allah sangat mengasihi kita, jika telah memiliki harta berlimpah, maka hidup kita akan semakin menjauh dari-Nya. Inilah yang dikhawatirkan-Nya.
Hidup itu seharusnya biarkan saja mengalir, dan hargailah hidup ini dengan memahami sebagaimana Tuhan menghargai hidup kita. Pertanyaannya, kapankah kita menghargai hidup? Kita menghargai hidup ketika Tuhan menjadi pusat kebahagiaan kita, bukannya harta, pangkat, jodoh atau apa pun, melainkan Tuhan saja yang menjadi pusat kehidupan kita. Sesungguhnya manusia dapat hidup tanpa apa pun atau siapa pun. Sebab itu saat ini juga katakan pada dirimu, bahwa saya tidak dapat hidup tanpa Tuhan!
Dalam ayat 28b dikatakan, “Tuhan ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; ….. “ Alam semesta ini diciptakan-Nya untuk kita diami. Semua ciptaan-Nya adalah sempurna, dan dipersiapkan bagi umat manusia. Pemazmur mengatakan, Tuhan telah mempersiapkan semua berkat bagi yang dicintai-Nya, pada waktu mereka tidur (Mzm. 127:2b). Allah tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya, yaitu orang-orang yang telah dipilih dan dipanggil, untuk menerima berkat-berkat-Nya.
Dari pembacaan ayat-ayat tersebut, kita melihat bagaimana pergumulan seorang anak manusia yang mengalami berbagai kesulitan dalam kehidupan, yang menurutnya telah melampaui kekuatannya. Sebenarnya keadaan orang ini mirip dengan apa yang kita alami. Kita menyadari, untuk menjadi seorang anak Tuhan yang berkenan kepada-Nya, yang dapat mengikuti keinginan-Nya, adalah sesuatu yang mustahil. Tetapi firman Tuhan berkata, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, menjadi mungkin bagi-Nya.” Dunia yang dihadapi dengan segala persoalannya, dan klimaksnya adalah dosa serta kuasa kegelapan, sangat melampaui kekuatan kita. Seorang anak manusia yang dapat mengikuti jejak Tuhan Yesus, biarlah bergembira dan bersuka cita karenanya, dan semua orang yang mencari Tuhan, biarlah mereka bersuka cita. Tuhanlah yang menolong dan meluputi aku, dan janganlah berlalu.
Ketika kita datang berhimpun dalam persekutuan orang-orang percaya, berarti kita sedang berperkara dengan Tuhan yang sungguh-sungguh agung. Tuhan yang menciptakan dan mengatasi alam jagat raya, artinya Tuhan yang melampaui besarnya jagat raya dan alam semesta yang unlimited (tidak terbatas) ini. Kita sedang berperkara dengan Tuhan yang mengatasi atau melampaui segala gerak sejarah, bagaimana pun dahsyatnya peristiwa sejarah itu. Namun ternyata, Tuhan yang dahsyat dan tak terbatas itu, sangat memperhatikan kita.
Dalam Yesaya 40:12-15, 23, 27-29, dinyatakan bagaimana kebesaran dan kedahsyatan Tuhan yang luar biasa. Kita tidak akan mampu mengatasi Tuhan yang agung itu dengan akal pikiran yang terbatas. Kita adalah realitas kecil dari ciptaan-Nya, sebab kita sangat kecil dibandingkan dengan gerak alam semesta dan gerak sejarah.
Ketika kita gagal mencapai suatu cita-cita, saat terpuruk dalam keadaan yang serba berkekurangan, ketika tertolak oleh lingkungan, kita dianggap pecundang, orang yang kalah. Sebagai orang yang tidak diperdulikan, maka kita pun merasa sebagai orang yang terbuang. Kalau pun menghampiri Tuhan, kita datang kepada-Nya dengan hati yang kurang percaya, kurang yakin pada kuasa-Nya. Menyampaikan permohonan kepada-Nya pun dengan ratapan dan tangisan, bukan hanya setengah memaksa, tetapi menekan-Nya. Ratapan dan tangisan itu kita gunakan sebagai sarana untuk membujuk dan merayu Tuhan. Meski pun contoh ini relatif, tetapi inilah suatu gejala yang dapat dilihat dengan mata telanjang.
Sekali lagi, dibandingkan dengan realitas dunia ini, manusia sangat kecil. Namun Dia begitu mempedulikan kita yang kecil dan miskin ini. Kita sangat diperhatikan-Nya. Jika ayat 27 mengatakan, Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: “Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?”. Sebenarnya itu adalah bahasa atau seruan kita kepada-Nya. Seiring dengan pertumbuhan rohani, seharusnya hati kita berubah. Ini sangat penting, sebab inilah kuncinya! Jika dulu kita berdoa dengan meratap dan menangis di kaki-Nya, tetapi sekarang tidak! Tuhan yang kukasihi pasti mempedulikan aku, sebab aku berharga di mata-Nya! Sesungguhnya, Tuhan mempertaruhkan seluruh yang dimiliki-Nya untuk keperluan hidup orang yang sangat dikasihi-Nya.
Jika pikiran kita tidak sanggup mengerti segala jalan-jalan-Nya, tetapi hati kita dapat percaya. Segalanya tidak terduga apa yang Dia kerjakan bagi kita. Jika Allah rela memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus kita, sesungguhnya itulah jati diri-Nya. Sehingga untuk hal-hal yang lain, apalah artinya bagi Dia? Setelah kita ditebus dengan darah yang mahal, darah Yesus Kristus, dan diangkat menjadi anak-Nya, Allah akan mengatur segala sesuatunya bagi kita, untuk mendatangkan kebaikan menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya (Flp. 4:19). Bagaimana Allah yang begitu dahsyat, mau dan rela campur tangan dengan perkara-perkara kita yang kecil, mengapa Dia terus “resek” dengan urusan kita? Itulah bukti kesetiaan dan kasih-Nya yang besar bagi umat tebusan-Nya. Allah tidak ingin kita terhilang.
Tuhan menghargai hidup kita, lebih daripada kita menghargai hidup. Tuhan yang tak terbatas itu mau terus memperhatikannya. Jika Dia menghargai kita, tentunya kita pun selayaknya menghargai hidup ini secara proporsional. Itu kalau kita mempercayai bahwa Tuhan memperhatikan hidup kita. Sebaliknya, kita sering tidak menghargai hidup ketika merasa hak kita tidak diperhatikan-Nya. Hari ini kita harus merasa yakin, bahwa hidup kita diperhatikan dan dipelihara Tuhan. Sadarilah, bahwa keadaan kita semuanya dalam kontrol Allah Bapa, yang mengasihi kita lebih daripada orangtua sendiri.
Tatkala seseorang berpaling dari Tuhan, dan mencari perlindungan pada dunia yang menjanjikan pangkat, harta, dan kesenangan lainnya, sehingga terhilang dari hadapan Tuhan. Hari-hari ini banyak orang yang lebih peduli dengan uang dan harta, filosofi mereka adalah demi kelangsungan hidup, sehingga banyak orang hanyut dengan kesenangan duniawi, dan berharap demi melengkapi kebahagiaan dapat meraih dunia sebanyak-banyaknya. Orang ini lupa bahwa Tuhan mempedulikannya sangat sempurna. Orang ini beranggapan, banyak uang maka hidupnya semakin senang. Padahal Tuhan memberikan kita kekayaan itu dengan maksud untuk digunakan bagi kemuliaan-Nya.
Tuhan mungkin menginginkan kita memiliki harta secukupnya, seberapa tepat harta yang patut kita miliki, karena memiliki harta berlebih dapat menghancurkan hidup kita sendiri. Artinya, agar kekayaan itu tidak menjerat dan membahayakan hidup kita. Allah sangat mengasihi kita, jika telah memiliki harta berlimpah, maka hidup kita akan semakin menjauh dari-Nya. Inilah yang dikhawatirkan-Nya.
Hidup itu seharusnya biarkan saja mengalir, dan hargailah hidup ini dengan memahami sebagaimana Tuhan menghargai hidup kita. Pertanyaannya, kapankah kita menghargai hidup? Kita menghargai hidup ketika Tuhan menjadi pusat kebahagiaan kita, bukannya harta, pangkat, jodoh atau apa pun, melainkan Tuhan saja yang menjadi pusat kehidupan kita. Sesungguhnya manusia dapat hidup tanpa apa pun atau siapa pun. Sebab itu saat ini juga katakan pada dirimu, bahwa saya tidak dapat hidup tanpa Tuhan!
Dalam ayat 28b dikatakan, “Tuhan ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; ….. “ Alam semesta ini diciptakan-Nya untuk kita diami. Semua ciptaan-Nya adalah sempurna, dan dipersiapkan bagi umat manusia. Pemazmur mengatakan, Tuhan telah mempersiapkan semua berkat bagi yang dicintai-Nya, pada waktu mereka tidur (Mzm. 127:2b). Allah tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya, yaitu orang-orang yang telah dipilih dan dipanggil, untuk menerima berkat-berkat-Nya.
CARA PANDANG TERHADAP BEBAN HIDUP
Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut. Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
Start the day with smile and have a good day........
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
Start the day with smile and have a good day........
Wednesday, February 28, 2007
Kegairahan Untuk Melayani
| II Korintus 11 :22-28
Pesan Paulus kepada jemaat di Korintus tentang penderitaannya mengandung dua hal penting. Pertama, Paulus benar-benar telah mengalami aniaya berat karena imannya. Kedua, ia tidak mau merengek mencari belas kasihan sebab sadar ini adalah harga yang harus dibayar untuk melayani Kristus. Dalam perjalanan iman kita, kita dapat belajar dari komitmen sang rasul ini.
Kita melayani berdasarkan panggilan Allah, bukan keinginan diri sendiri. Dalam Kisah Para Rasul 9:6 Allah memberitahu Paulus di jalan menuju Damsyik, "Di sana akan dikatakan kepadamu apa yang harus kauperbuat." Kita harus tekun mencari kehendak Tuhan, bukan memilih pelayanan yang kita rasa paling cocok untuk kita. Komitmen melakukan kehendak-Nya butuh keberanian yang akan sulit muncul bila kita membuat batasan-batasan untuk taat.
Kita melayani berdasarkan karunia, bukan talenta. Karunia adalah pemberian istimewa Allah kepada kita untuk melayani sesuai panggilan-Nya. Talenta memang berguna bagi pekerjaan Tuhan namun karunia akan membuat kita berhasil dalam pelayanan. Bukan keterampilan atau keahlian yang membuat Paulus menjadi pengkhotbah yang luar biasa. Bahkan ia mengakui tidak fasih berbicara dan riwayat hidupnya sia-sia belaka bila dibandingkan dengan pengenalan akan Kristus dan pelayanan bagi-Nya (Filipi 3:4-9).
Biarlah kita melayani dengan fokus pada Allah, bukan pada pelayanan itu sendiri. Namun sedihnya, di lubang inilah banyak orang Kristen jatuh. Mereka terperangkap dalam jadwal, tanggung jawab dan penghargaan yang membuat mereka kehilangan tujuan yang benar, yakni untuk menjangkau yang hilang dan terbuang. Luruskanlah kembali gairah pelayanan Anda, sehingga namanya dipermuliakan bukan Anda.
Pesan Paulus kepada jemaat di Korintus tentang penderitaannya mengandung dua hal penting. Pertama, Paulus benar-benar telah mengalami aniaya berat karena imannya. Kedua, ia tidak mau merengek mencari belas kasihan sebab sadar ini adalah harga yang harus dibayar untuk melayani Kristus. Dalam perjalanan iman kita, kita dapat belajar dari komitmen sang rasul ini.
Kita melayani berdasarkan panggilan Allah, bukan keinginan diri sendiri. Dalam Kisah Para Rasul 9:6 Allah memberitahu Paulus di jalan menuju Damsyik, "Di sana akan dikatakan kepadamu apa yang harus kauperbuat." Kita harus tekun mencari kehendak Tuhan, bukan memilih pelayanan yang kita rasa paling cocok untuk kita. Komitmen melakukan kehendak-Nya butuh keberanian yang akan sulit muncul bila kita membuat batasan-batasan untuk taat.
Kita melayani berdasarkan karunia, bukan talenta. Karunia adalah pemberian istimewa Allah kepada kita untuk melayani sesuai panggilan-Nya. Talenta memang berguna bagi pekerjaan Tuhan namun karunia akan membuat kita berhasil dalam pelayanan. Bukan keterampilan atau keahlian yang membuat Paulus menjadi pengkhotbah yang luar biasa. Bahkan ia mengakui tidak fasih berbicara dan riwayat hidupnya sia-sia belaka bila dibandingkan dengan pengenalan akan Kristus dan pelayanan bagi-Nya (Filipi 3:4-9).
Biarlah kita melayani dengan fokus pada Allah, bukan pada pelayanan itu sendiri. Namun sedihnya, di lubang inilah banyak orang Kristen jatuh. Mereka terperangkap dalam jadwal, tanggung jawab dan penghargaan yang membuat mereka kehilangan tujuan yang benar, yakni untuk menjangkau yang hilang dan terbuang. Luruskanlah kembali gairah pelayanan Anda, sehingga namanya dipermuliakan bukan Anda.
Doa Seorang Ibu
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya : "Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.(Matius 15: 28
Tahun 1978, bersama rombongan murid SMEAN Jombang, saya mengadakan karya wisata ke Banyuwangi dan Bali. Pada kesempatan itu kami bermain di pantai Kuta. Dalam kegembiraan, seorang teman terseret ombak. Saya berusaha mengejar dan sempat meraih tangannya, tetapi kekuatan ombak begitu besar sehingga saya ikut terseret masuk kedalam pusaran ombak.
Sempat beberapa menit saya tenggelam dan berkali-kali minum air laut, antara sadar dan tidak, yang terbayang dalam ingatan saat itu, saya ada dirumah di Jombang dan melihat ibu saya sedang merenung sedih, sepertinya sedang berdoa.
Seperti ada kekuatan yang menolong, saya merasakan dorongan yang besar menghempaskan saya kembali ke pantai; sedangkan teman saya sempat terseret ke tengah laut sekitar 500 meter dan sudah tidak sadarkan diri, namun akhirnya berhasil diselamatkan oleh turis Australia yang sedang berselancar.
Esoknya sesampainya di rumah, saya disambut oleh ibu saya dengan pertanyaan yang sungguh ajaib : "Kamu ada masalah apa? Apa kamu tertimpa musibah? Kemarin dada Mami berdebar-debar tidak karuan dan merasa kamu ada masalah, terus Mami berdoa minta pertolongan sama Tuhan agar kamu diselamatkan". Ya Tuhan, rupanya inilah kekuatan yang menyelamatkan saya dan teman saya, kekuatan doa seorang Ibu yang didengar oleh Tuhan. Kejadian ini membuat saya semakin mengasihi ibu saya dan tidak ingin menyakitinya.
Karena itu marilah kita bertanya pada diri kita: sebagai seorang anak, sudahkah kita mendengarkan nasihat Ibu kita, yang selalu ada dimanapun saat kita membutuhkannya? Sebagai seorang suami, sudahkah kita menghormati istri kita sebagai seorang Ibu yang berperan besar dalam membesarkan anak-anak kita ?
Sampai saat ini saya belum menemukan jawaban, bagaimana Ibu saya bisa ikut merasakan kejadian yang menimpa anaknya. Ini berkali-kali terjadi dan selalu benar. Yang saya tahu bahwa Tuhan akan selalu mendengarkan dan meluluskan doa seorang ibu yang penuh iman. Amin.
Tahun 1978, bersama rombongan murid SMEAN Jombang, saya mengadakan karya wisata ke Banyuwangi dan Bali. Pada kesempatan itu kami bermain di pantai Kuta. Dalam kegembiraan, seorang teman terseret ombak. Saya berusaha mengejar dan sempat meraih tangannya, tetapi kekuatan ombak begitu besar sehingga saya ikut terseret masuk kedalam pusaran ombak.
Sempat beberapa menit saya tenggelam dan berkali-kali minum air laut, antara sadar dan tidak, yang terbayang dalam ingatan saat itu, saya ada dirumah di Jombang dan melihat ibu saya sedang merenung sedih, sepertinya sedang berdoa.
Seperti ada kekuatan yang menolong, saya merasakan dorongan yang besar menghempaskan saya kembali ke pantai; sedangkan teman saya sempat terseret ke tengah laut sekitar 500 meter dan sudah tidak sadarkan diri, namun akhirnya berhasil diselamatkan oleh turis Australia yang sedang berselancar.
Esoknya sesampainya di rumah, saya disambut oleh ibu saya dengan pertanyaan yang sungguh ajaib : "Kamu ada masalah apa? Apa kamu tertimpa musibah? Kemarin dada Mami berdebar-debar tidak karuan dan merasa kamu ada masalah, terus Mami berdoa minta pertolongan sama Tuhan agar kamu diselamatkan". Ya Tuhan, rupanya inilah kekuatan yang menyelamatkan saya dan teman saya, kekuatan doa seorang Ibu yang didengar oleh Tuhan. Kejadian ini membuat saya semakin mengasihi ibu saya dan tidak ingin menyakitinya.
Karena itu marilah kita bertanya pada diri kita: sebagai seorang anak, sudahkah kita mendengarkan nasihat Ibu kita, yang selalu ada dimanapun saat kita membutuhkannya? Sebagai seorang suami, sudahkah kita menghormati istri kita sebagai seorang Ibu yang berperan besar dalam membesarkan anak-anak kita ?
Sampai saat ini saya belum menemukan jawaban, bagaimana Ibu saya bisa ikut merasakan kejadian yang menimpa anaknya. Ini berkali-kali terjadi dan selalu benar. Yang saya tahu bahwa Tuhan akan selalu mendengarkan dan meluluskan doa seorang ibu yang penuh iman. Amin.
Tuesday, February 6, 2007
Pemuda Dan Krisis Zaman
Berapa banyak pemuda dan remaja yang sadar atau insyaf akan pentingnya masa ini? Menurut statistik, usia orang yang paling banyak bertobat dan kembali kepada Tuhan dapat dikategorikan dalam empat periode, dan periode yang terakhir adalah pada usia 18-19 tahun. Sesudah itu, sangat sedikit orang yang dijamah oleh kuasa Tuhan atau mempunyai hasrat untuk mencari Tuhan.
Di usia 17 tahun, seringkali seseorang masuk ke dalam situasi keraguan, skeptik dan tidak tahu mau mau kemana mengarahkan hidupnya, sehingga begitu banyak kesulitan dan pemberontakan yang timbul. Sesudah itu, pada usia 18-19 tahun, merupakan periode yang terakhir dimana anak muda akan memikirkan untuk mau kembali kepada Tuhan, sehingga ketika memasuki dunia universitas, ia akan terus mengejar kebenaran. Atau jika ia menolak, maka ia akan terjerumus ke dalam arus dunia ini. Oleh sebab itu, saya dengan serius berharap agar setiap orang bergumul dan berdoa untuk mendapatkan bijaksana surgawi untuk membentuk dan mengolah diri menjadi seorang pemuda yang bertanggung jawab kepada Tuhan dan menjadi berkat bagi zamannya.
Alkitab mengatakan kepada kita bahwa generasi demi generasi datang dan berlalu, tetapi bumi tidak berubah (Pkh. 1:4). Satu generasi datang dan satu generasi digeser, namun bumi ini tetap tidak mengalami perubahan. Kalimat ini memberikan suatu sifat relativitas, yaitu yang dapat berlalu dan yang masih ada. Siapakah saya? Apakah saya adalah tuan rumah dari bumi ini, ataukah saya hanya sekedar seorang tamu bagi bumi ini? Apakah saya yang menguasai bumi ini, atau saya yang akan dikuasai oleh bumi ini? Apakah saya yang akan menggeser zaman ini, ataukah zaman ini yang akan menggeser saya?
Mengapa ketika kita mempelajari sejarah, kita mempelajari tokoh-tokoh yang begitu hebat, yang begitu berpengaruh, yang pikirannya tidak luntur dan selama beribu-ribu tahun tetap memberikan pengajaran dan inspirasi kepada manusia. Mereka adalah orang-orang yang tidak digeser oleh zaman, tetapi mereka yang menggeser zaman. Meskipun tubuh mereka bisa mati, jasmani mereka dikuburkan, tetapi pikiran mereka terus mempengaruhi seluruh umat.
"Aku" dalam Zaman yang Kritis.
Di dalam setiap zaman, kita harus senantiasa dapat melihat kesempatan, krisis dan segala kemungkinan potensi dari zaman itu. Tuhan, tidak melahirkan kita di zaman yang sudah lalu dan Tuhan juga tidak melahirkan kita di zaman yang akan datang. Maka "aku" yang dilahirkan di dalam zaman ini, harus dikaitkan dengan zaman ini. Mengapa saya tidak dilahirkan 50 tahun yang lalu, atau dilahirkan 100 tahun yang akan datang? Mengapa saya bisa menjadi pemuda yang dilahirkan pada zaman ini? Pasti ada maksud Tuhan di balik semua itu.
Saya berharap dapat mengundang setiap pemuda dan remaja, bahkan setiap orang, untuk memikirkan secara serius pertanyaan: "Mengapa aku ada di sini ?" Mengapa saya dilahirkan di zaman ini; apa yang seharusnya saya lakukan di zaman ini dimana dengan mata kepala sendiri saya menyaksikan segala keadaan yang sedang mengelilingi saya?
Yesus Kristus menyinggung orang orang yang hidup di zaman-Nya dengan berkata, "Rupa langit kamu tahu membedakannya, tetapi tanda-tanda zaman tidak" (Mat. 16:3b). Melalui kalimat ini, Yesus ingin mengajak manusia untuk peka: mengapa ia ada dan hidup di dalam zaman itu, lalu kemudian berusaha mengerti tanda-tanda zaman di mana ia berada, apa saja krisis dan potensi yang terkandung di dalam zaman itu, dan apa tugasnya di dalam zaman itu.
Jikalau Saudara sudah mempunyai kepekaan seperti itu, saya jamin, di hari-hari berikutnya pasti Saudara tidak hidup secara sia-sia seperti pada waktu sebelum Saudara mengenal tanda zaman itu. Begitu banyak pemuda-pemudi yang dihanyutkan oleh zaman. Mereka tidak sadar. Mereka menganggap bahwa diri mereka sedang menikmati sesuatu, padahal mereka sedang memboroskan hidup, masa muda, kebebasan, kesempatan, dan potensi-potensi yang tidak mungkin terulang lagi di hari-hari yang akan datang. Setiap hari adalah hari yang sangat berharga, setiap tahun adalah tahun yang sangat berharga. Itu merupakan hari hari yang indah dan yang tidak terulang lagi. Setiap tahun adalah tahun yang tidak akan terulang lagi dan tidak akan kembali. Waktu dan hidup kita hanya dapat berjalan maju, tanpa bisa mundur kembali. Waktu-waktu dan hidup kita merupakan harta milik, properti yang paling penting di dalam hidup jasmaniah kita.
Waktu kita, merupakan properti, yang ketika kita gunakan, atau tidak gunakan, ia akan berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Maka kini, Saudara perlu sungguh-sungguh mengerti dan memanfaatkannya dengan baik. Untuk itu diperlukan kepekaan yang luar biasa. Kita berada di dalam waktu dan kita dicipta dalam kurun waktu.
Diambil dengan seijin penerbit dari buku karya Pdt. Dr. Stephen Tong, Pemuda dan Krisis Zaman, hal. 1-4. Buku ini diterbitkan oleh STEMI dan LRII, 1996.
Di usia 17 tahun, seringkali seseorang masuk ke dalam situasi keraguan, skeptik dan tidak tahu mau mau kemana mengarahkan hidupnya, sehingga begitu banyak kesulitan dan pemberontakan yang timbul. Sesudah itu, pada usia 18-19 tahun, merupakan periode yang terakhir dimana anak muda akan memikirkan untuk mau kembali kepada Tuhan, sehingga ketika memasuki dunia universitas, ia akan terus mengejar kebenaran. Atau jika ia menolak, maka ia akan terjerumus ke dalam arus dunia ini. Oleh sebab itu, saya dengan serius berharap agar setiap orang bergumul dan berdoa untuk mendapatkan bijaksana surgawi untuk membentuk dan mengolah diri menjadi seorang pemuda yang bertanggung jawab kepada Tuhan dan menjadi berkat bagi zamannya.
Alkitab mengatakan kepada kita bahwa generasi demi generasi datang dan berlalu, tetapi bumi tidak berubah (Pkh. 1:4). Satu generasi datang dan satu generasi digeser, namun bumi ini tetap tidak mengalami perubahan. Kalimat ini memberikan suatu sifat relativitas, yaitu yang dapat berlalu dan yang masih ada. Siapakah saya? Apakah saya adalah tuan rumah dari bumi ini, ataukah saya hanya sekedar seorang tamu bagi bumi ini? Apakah saya yang menguasai bumi ini, atau saya yang akan dikuasai oleh bumi ini? Apakah saya yang akan menggeser zaman ini, ataukah zaman ini yang akan menggeser saya?
Mengapa ketika kita mempelajari sejarah, kita mempelajari tokoh-tokoh yang begitu hebat, yang begitu berpengaruh, yang pikirannya tidak luntur dan selama beribu-ribu tahun tetap memberikan pengajaran dan inspirasi kepada manusia. Mereka adalah orang-orang yang tidak digeser oleh zaman, tetapi mereka yang menggeser zaman. Meskipun tubuh mereka bisa mati, jasmani mereka dikuburkan, tetapi pikiran mereka terus mempengaruhi seluruh umat.
"Aku" dalam Zaman yang Kritis.
Di dalam setiap zaman, kita harus senantiasa dapat melihat kesempatan, krisis dan segala kemungkinan potensi dari zaman itu. Tuhan, tidak melahirkan kita di zaman yang sudah lalu dan Tuhan juga tidak melahirkan kita di zaman yang akan datang. Maka "aku" yang dilahirkan di dalam zaman ini, harus dikaitkan dengan zaman ini. Mengapa saya tidak dilahirkan 50 tahun yang lalu, atau dilahirkan 100 tahun yang akan datang? Mengapa saya bisa menjadi pemuda yang dilahirkan pada zaman ini? Pasti ada maksud Tuhan di balik semua itu.
Saya berharap dapat mengundang setiap pemuda dan remaja, bahkan setiap orang, untuk memikirkan secara serius pertanyaan: "Mengapa aku ada di sini ?" Mengapa saya dilahirkan di zaman ini; apa yang seharusnya saya lakukan di zaman ini dimana dengan mata kepala sendiri saya menyaksikan segala keadaan yang sedang mengelilingi saya?
Yesus Kristus menyinggung orang orang yang hidup di zaman-Nya dengan berkata, "Rupa langit kamu tahu membedakannya, tetapi tanda-tanda zaman tidak" (Mat. 16:3b). Melalui kalimat ini, Yesus ingin mengajak manusia untuk peka: mengapa ia ada dan hidup di dalam zaman itu, lalu kemudian berusaha mengerti tanda-tanda zaman di mana ia berada, apa saja krisis dan potensi yang terkandung di dalam zaman itu, dan apa tugasnya di dalam zaman itu.
Jikalau Saudara sudah mempunyai kepekaan seperti itu, saya jamin, di hari-hari berikutnya pasti Saudara tidak hidup secara sia-sia seperti pada waktu sebelum Saudara mengenal tanda zaman itu. Begitu banyak pemuda-pemudi yang dihanyutkan oleh zaman. Mereka tidak sadar. Mereka menganggap bahwa diri mereka sedang menikmati sesuatu, padahal mereka sedang memboroskan hidup, masa muda, kebebasan, kesempatan, dan potensi-potensi yang tidak mungkin terulang lagi di hari-hari yang akan datang. Setiap hari adalah hari yang sangat berharga, setiap tahun adalah tahun yang sangat berharga. Itu merupakan hari hari yang indah dan yang tidak terulang lagi. Setiap tahun adalah tahun yang tidak akan terulang lagi dan tidak akan kembali. Waktu dan hidup kita hanya dapat berjalan maju, tanpa bisa mundur kembali. Waktu-waktu dan hidup kita merupakan harta milik, properti yang paling penting di dalam hidup jasmaniah kita.
Waktu kita, merupakan properti, yang ketika kita gunakan, atau tidak gunakan, ia akan berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Maka kini, Saudara perlu sungguh-sungguh mengerti dan memanfaatkannya dengan baik. Untuk itu diperlukan kepekaan yang luar biasa. Kita berada di dalam waktu dan kita dicipta dalam kurun waktu.
Diambil dengan seijin penerbit dari buku karya Pdt. Dr. Stephen Tong, Pemuda dan Krisis Zaman, hal. 1-4. Buku ini diterbitkan oleh STEMI dan LRII, 1996.
Thursday, February 1, 2007
Valentine tiap hari???
Sebentar lagi Valentine. Hari yang sangat ditunggu oleh banyak sekali orang. Minggu – minggu ini, suasana valentine sudah sangat terasa. Kemanapun aku jalan, pasti bisa ngerasain dan nemuin pernak pernik berbau Valentine. Masuk ketoko apapun, pasti ada warna Valentine.
Toko coklat menawarkan segala macam coklat yang dikemas dengan cantiknya dengan ´bau´ Valentine. Toko pakaian memajang segala macam pakaian dengan warna-warna yang lembut, manis, dietalasenya. Toko parfum memberikan discount dengan pelayanan bungkus kado yang sangat apik dan membuat orang tertarik membelinya. Toko musik berkali-kali dalam sehari memasang lagu yang bertema cinta. Tapi toko yang aku paling suka masuki adalah toko buku. Terutama pada hari-hari special.
Disimak dari sejarahnya, menurut pandangan Teologis. Valentine’s Day sebenarnya lahir di kota Roma. Awalnya, ketika musim tanam tiba, diadakan perayaan untuk mengungkapkan ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Secara budaya – komunitas masyarakat yang agraris itulah yang memulai hingga akhirnya kebiasaan tersebut menjadi awal dari ide di gelarnya festival. Ternyata perayaan tersebut, memperoleh sambutan yang cukup luas.
Sebenarnya komunitas yang terjadi pada waktu itu, lebih didasari pada ungkapan syukur pada alam semesta. Adapun simbol ucapan syukur itu ditujukan pada dewa-dewi yang telah memberinya kehidupan yang membahagiakan. Namun, nilai-nilai itu kemudian terkikis dengan berkembangnya agama Kristen.
Valentine adalah sebuah nama. Secara simbolis Valentine dijuluki sebagai ”Saint”. Dengan nuansa yang lebih agamis, untuk mengagungkan cinta dan mengungkapkannya tidak hanya pada kehidupan alam semesta saja. Melainkan, keberadaan manusia jauh lebih penting dan pada sang pencipta sajalah – mutlak hal itu ditujukan. Jadi bukan pada dewa- dewi.
Di kalangan bangsawan Eropa hari Valentine menjadi hal yang rutin dirayakan lewat pesta-pesta dan pemberian hadiah yang sifatnya pribadi. Penyair Inggris yang sangat terkenalpun Geoffrey Chaucher ikut simpati untuk menyatakan valentine sebagai hari cinta yang sejati yang dilambangkan sebagai burung merpati.
Baru pada di akhir abad 19, kartu Valentine dan bunga diproduksi secara massal dan menjadi simbol hari Kasih Sayang. Hingga sekarang, perkembangan itu semakin meluas dan tidak dapat dibendung oleh waktu dan perjalanan zaman. Kasih bagi kehidupan manusia adalah sumber yang harus dipancarkan. Tanpa Kasih manusia akan kehilangan segala akal dan budi. Secara kodrati dan imani, pada dasarnya manusia sangat membutuhkan Kasih Sayang sejak di kandungan ibunya. Hingga ia dewasa – pelukan Kasih Sayang tidak bisa dilepaskan dari kandungan ibu pertiwi, sehingga melahirkan komunitas baru yang dapat menghubungkan antar benua, negara, bangsa, suku, agama dan warna kulit serta perbedaan latar belakang budaya.
Manusia dilahirkan untuk mencipta dan memperbaharui kehidupan yang lama menjadi baru. Dan proses pencerahan itu, sangat bertalian erat dengan nilai-nilai teologis. Karena buah dari Kasih Sayang itu – meliputi batas empati kemanusiaan yang tidak dapat diukur dengan apapun. Hanya dengan getaran suara hati nurani, nilai persahabatan itu dapat terwujud dan dinyatakan. Mewakili akan hal itu, bahasa cinta mempunyai kandungan kasih yang sangat dalam.
Di tanah air, perayaan Valentine’s Day mengundang banyak keraguan di kalangan masyarakat. Keraguan itu dikarenakan Valentine datangnya dari negara asing. Sementara, perkembangan tehnologi melesat begitu jauh dan meluncur ke depan bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya.. Sedangkan batasan tembok transformasi budaya sangat tipis dan bahkan tidak lagi ada sekat-sekat pemisah.
Melalui saluran jarak jauh yang tidak lagi dihubungkan dengan kabel, membuat kehidupan manusia berubah sangat drastis. Dan kesadaran itu lahir, karena pada dasarnya manusia terus berkembang.. Melalui bahasa cinta, barangkali Valentine sebagai geliat budaya untuk membuka ajang perdamaian melalui ungkapan Kasih Sayang. Sebab bagaimanapun juga Valentine dalam perkembangannya dapat dijuluki sebagai Saint of Lovers.
Valentine’s Day, eksistensinya makin meluas. Bukan hanya melanda pada jiwa dan kebutuhan kawula muda, tetapi sudah merasuk pada sisi kehidupan secara massal. Terbukti, nilai kasih sayang itu tidak hanya tercipta dan untuk memperingati hari-hari istimewa saja. Melainkan, kasih sayang menjadi suatu dinamika dari kehidupan manusia yang sejak dulu hingga sekarang terus berkembang.
Saudara, sungguh suatu kebiasaan untuk kita ingin selalu membuktikan cinta kita pada orang yang mengasihi dan kita kasihi di hari Valentine, seperti kedua kelinci diatas.
Entah lewat hadiah, makan malam romantis, kata-kata cinta yang memabukkan, mawar merah 7 lusin, atau apa saja. Suatu kebiasaan yang membuat banyak orang juga kecewa dan merasa dirinya dilupakan bila Valentine berlalu dan ia ´tidak´ mendapat apa pun juga.
Sehingga seringkali aku justru lupa sebenarnya bahwa Valentine´s Day itu adalah hari biasa. Hanya sehari dalam setahun. Bukankah sebenarnya menyedihkan menunggu satu hari dalam setahun hanya untuk menyatakan dan mendapatkan pernyataan cinta kasih??? Bagaimana dengan 364 hari lainnya?
Kita dibiasakan untuk selalu ingat dan merayakan hari-hari khusus. Hari ultah, hari Natal, Tahun Baru, Imlek, hari Paskah, hari Valentine, hari pernikahan Papa dan Mama, hari Ibu...dll. Sudah menjadi kebiasaan untukku memberikan sesuatu dan mendapatkan (juga mengharapkan) sesuatu pada hari-hari khusus tersebut. Dan bila hari itu lewat begitu saja, kecewa menyapa begitu dalam.
Pertama-tama sungguh sulit. Tapi sekarang aku sudah mengerti.
Mengerti bahwa tidak perlu menunggu hari khusus untuk menyatakan cinta kasih kita. Karena dengan demikian, kita bisa mendapatkan hadiah yang luar biasa setiap hari.
Tidak harus berupa barang yang wah...
Bukankah mendapat kecupan selamat pagi disertai dengan senyum manis merupakan hadiah yang indah?
Dan, sepiring nasi goreng yang dibuat mama penuh sayang merupakan berkat?
Atau, pujian yang diberikan sahabat merupakan hal yang manis?
Kadang, hadiah Valentine yang sesungguhnya datang bukan berupa wanginya parfum yang kita dapatkan, atau romantisnya makan malam bersama kekasih..., melainkan berupa hal-hal kecil yang sudah menjadi kebiasaan, yang sebenarnya bagi banyak orang lainnya merupakan hal langka yang didambakan.
Tentu saja, merayakan hari Valentine bukan suatu hal yang salah. Apalagi bisa mendukung perekonomian, dari mendapatkan keuntungan finansial bagi para pedagang.
Tapi jangan sampai kita lupa bahwa setiap hari bisa menjadi hari Valentine, jika kita mau.
Toko coklat menawarkan segala macam coklat yang dikemas dengan cantiknya dengan ´bau´ Valentine. Toko pakaian memajang segala macam pakaian dengan warna-warna yang lembut, manis, dietalasenya. Toko parfum memberikan discount dengan pelayanan bungkus kado yang sangat apik dan membuat orang tertarik membelinya. Toko musik berkali-kali dalam sehari memasang lagu yang bertema cinta. Tapi toko yang aku paling suka masuki adalah toko buku. Terutama pada hari-hari special.
Disimak dari sejarahnya, menurut pandangan Teologis. Valentine’s Day sebenarnya lahir di kota Roma. Awalnya, ketika musim tanam tiba, diadakan perayaan untuk mengungkapkan ucapan syukur kepada Sang Pencipta. Secara budaya – komunitas masyarakat yang agraris itulah yang memulai hingga akhirnya kebiasaan tersebut menjadi awal dari ide di gelarnya festival. Ternyata perayaan tersebut, memperoleh sambutan yang cukup luas.
Sebenarnya komunitas yang terjadi pada waktu itu, lebih didasari pada ungkapan syukur pada alam semesta. Adapun simbol ucapan syukur itu ditujukan pada dewa-dewi yang telah memberinya kehidupan yang membahagiakan. Namun, nilai-nilai itu kemudian terkikis dengan berkembangnya agama Kristen.
Valentine adalah sebuah nama. Secara simbolis Valentine dijuluki sebagai ”Saint”. Dengan nuansa yang lebih agamis, untuk mengagungkan cinta dan mengungkapkannya tidak hanya pada kehidupan alam semesta saja. Melainkan, keberadaan manusia jauh lebih penting dan pada sang pencipta sajalah – mutlak hal itu ditujukan. Jadi bukan pada dewa- dewi.
Di kalangan bangsawan Eropa hari Valentine menjadi hal yang rutin dirayakan lewat pesta-pesta dan pemberian hadiah yang sifatnya pribadi. Penyair Inggris yang sangat terkenalpun Geoffrey Chaucher ikut simpati untuk menyatakan valentine sebagai hari cinta yang sejati yang dilambangkan sebagai burung merpati.
Baru pada di akhir abad 19, kartu Valentine dan bunga diproduksi secara massal dan menjadi simbol hari Kasih Sayang. Hingga sekarang, perkembangan itu semakin meluas dan tidak dapat dibendung oleh waktu dan perjalanan zaman. Kasih bagi kehidupan manusia adalah sumber yang harus dipancarkan. Tanpa Kasih manusia akan kehilangan segala akal dan budi. Secara kodrati dan imani, pada dasarnya manusia sangat membutuhkan Kasih Sayang sejak di kandungan ibunya. Hingga ia dewasa – pelukan Kasih Sayang tidak bisa dilepaskan dari kandungan ibu pertiwi, sehingga melahirkan komunitas baru yang dapat menghubungkan antar benua, negara, bangsa, suku, agama dan warna kulit serta perbedaan latar belakang budaya.
Manusia dilahirkan untuk mencipta dan memperbaharui kehidupan yang lama menjadi baru. Dan proses pencerahan itu, sangat bertalian erat dengan nilai-nilai teologis. Karena buah dari Kasih Sayang itu – meliputi batas empati kemanusiaan yang tidak dapat diukur dengan apapun. Hanya dengan getaran suara hati nurani, nilai persahabatan itu dapat terwujud dan dinyatakan. Mewakili akan hal itu, bahasa cinta mempunyai kandungan kasih yang sangat dalam.
Di tanah air, perayaan Valentine’s Day mengundang banyak keraguan di kalangan masyarakat. Keraguan itu dikarenakan Valentine datangnya dari negara asing. Sementara, perkembangan tehnologi melesat begitu jauh dan meluncur ke depan bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya.. Sedangkan batasan tembok transformasi budaya sangat tipis dan bahkan tidak lagi ada sekat-sekat pemisah.
Melalui saluran jarak jauh yang tidak lagi dihubungkan dengan kabel, membuat kehidupan manusia berubah sangat drastis. Dan kesadaran itu lahir, karena pada dasarnya manusia terus berkembang.. Melalui bahasa cinta, barangkali Valentine sebagai geliat budaya untuk membuka ajang perdamaian melalui ungkapan Kasih Sayang. Sebab bagaimanapun juga Valentine dalam perkembangannya dapat dijuluki sebagai Saint of Lovers.
Valentine’s Day, eksistensinya makin meluas. Bukan hanya melanda pada jiwa dan kebutuhan kawula muda, tetapi sudah merasuk pada sisi kehidupan secara massal. Terbukti, nilai kasih sayang itu tidak hanya tercipta dan untuk memperingati hari-hari istimewa saja. Melainkan, kasih sayang menjadi suatu dinamika dari kehidupan manusia yang sejak dulu hingga sekarang terus berkembang.
Saudara, sungguh suatu kebiasaan untuk kita ingin selalu membuktikan cinta kita pada orang yang mengasihi dan kita kasihi di hari Valentine, seperti kedua kelinci diatas.
Entah lewat hadiah, makan malam romantis, kata-kata cinta yang memabukkan, mawar merah 7 lusin, atau apa saja. Suatu kebiasaan yang membuat banyak orang juga kecewa dan merasa dirinya dilupakan bila Valentine berlalu dan ia ´tidak´ mendapat apa pun juga.
Sehingga seringkali aku justru lupa sebenarnya bahwa Valentine´s Day itu adalah hari biasa. Hanya sehari dalam setahun. Bukankah sebenarnya menyedihkan menunggu satu hari dalam setahun hanya untuk menyatakan dan mendapatkan pernyataan cinta kasih??? Bagaimana dengan 364 hari lainnya?
Kita dibiasakan untuk selalu ingat dan merayakan hari-hari khusus. Hari ultah, hari Natal, Tahun Baru, Imlek, hari Paskah, hari Valentine, hari pernikahan Papa dan Mama, hari Ibu...dll. Sudah menjadi kebiasaan untukku memberikan sesuatu dan mendapatkan (juga mengharapkan) sesuatu pada hari-hari khusus tersebut. Dan bila hari itu lewat begitu saja, kecewa menyapa begitu dalam.
Pertama-tama sungguh sulit. Tapi sekarang aku sudah mengerti.
Mengerti bahwa tidak perlu menunggu hari khusus untuk menyatakan cinta kasih kita. Karena dengan demikian, kita bisa mendapatkan hadiah yang luar biasa setiap hari.
Tidak harus berupa barang yang wah...
Bukankah mendapat kecupan selamat pagi disertai dengan senyum manis merupakan hadiah yang indah?
Dan, sepiring nasi goreng yang dibuat mama penuh sayang merupakan berkat?
Atau, pujian yang diberikan sahabat merupakan hal yang manis?
Kadang, hadiah Valentine yang sesungguhnya datang bukan berupa wanginya parfum yang kita dapatkan, atau romantisnya makan malam bersama kekasih..., melainkan berupa hal-hal kecil yang sudah menjadi kebiasaan, yang sebenarnya bagi banyak orang lainnya merupakan hal langka yang didambakan.
Tentu saja, merayakan hari Valentine bukan suatu hal yang salah. Apalagi bisa mendukung perekonomian, dari mendapatkan keuntungan finansial bagi para pedagang.
Tapi jangan sampai kita lupa bahwa setiap hari bisa menjadi hari Valentine, jika kita mau.
Tuesday, January 30, 2007
SUKSES = MIMPI + DOA + PERENCANAAN + AKTIVITAS
Banyak pakar motivasi membangun semangat para audien dalam membangun sebuah kesuksesan dengan mengajak mereka untuk bermimpi, memang dengan bermimpi kita telah menetapkan arah dan tujuan dari hidup kita, apa yang akan kita capai.
Dalam bermimpi haruslah kita jabarkan dengan jelas, agar kita terfokus dengan arah tujuan kita. Jika penjabaran mimpi kita tidak jelas/ kabur maka aktivitas kita tidaklah jelas juga, sehingga banyak aktivitas yang gagal (dalam asumsi kita), padahal tidak, kita menganggap aktivitas itu gagal hanya karena tidak sesuai dengan mimpi kita. Hal ini mengakibatkan banyak terbuangnya waktu dan tenaga serta biaya, yang akan mengakibatkan kita patah semangat dan stres yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit.
Sedikit contah dalam penjabaran mimpi mengenai mobil, apakah kita ingin menaiki mobil pribadi, memiliki mobil pribadi atau mengendarai mobil pribadi karena ketiga hal tersebut satu sama lain berbeda dalam pengertian dan aktivitas dalam menggapainya.
Menaiki mobil pribadi (menikmati ac-nya, jok kulitnya) belumlah tentu memiliki mobil tersebut atau mengendarainya, memiliki mobil pribadi sudah pasti akan sering maniki mobil tetapi belum tentu kita yang mengendarainya, ketiga penjabaran mimpi kita mengenai mobil tersebut ada baiknya jangan disatukan karena akan mengakibatkan tidak terfokusnya aktivitas kita tetapi dapat diurutkan prioritasnya.
Dalam penentuan mimpi haruslah kita membedakan antara mimpi dan hayalan, karena (menurut saya lagi) hal itu adalah dua pemahaman yang berbeda, yang membedakan hal tersebut adalah dalam bermimpi kita mempunyai keterbatasan sedangkan hayalan tidak. Mimpi haruslah ada di sekitar kita setidaknya dalam jangkauan kita, tujuannya adalah agar kita dapat menumbuhkan harapan dalam mencapainya.
Tahapan kedua dalam pencapaian sukses adalah doa, Tuhan Yesus pernah berjanaji dalam kitab Yohanes 15:7 “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”.
Ayat mas inilah yang selalu saya jadikan pedoman dalam setiap aktivitas saya dan saya harap juga bisa digunakan oleh remaja sekalian., ada ayat lain yang dapat juga meyakinkan kita dalam hal berdoa “ketuklah maka pintu akan dibukakan, mintalah maka akan diberikan”.
Permasalahan yang sering terjadi dalam hal doa ini adalah, kita telah sering dan banyak berdoa, kita telah berdoa pagi, siang, sore bahkan malam tapi tidak terjawab atau belum terjawab. Hal inilah yang sering melemahkan kita dalam bertindak, kita lemah karena merasa sia-sia, seolah-olah kita merasakan Tuhan jahat atau tidak adil terhadap kita, ini adalah paradigma atau pemahaman yang salah.
Tuhan Yesus juga pernah memberikan penguatan iman kita dalam berdoa yaitu pada kitab Lukas 11:11 Di antara kalian apakah ada ayah yang memberikan ular kepada anakmu, kalau ia minta ikan? 11:12 Atau memberikan kalajengking, kalau ia minta telur? 11:13 Walaupun kalian jahat, kalian tahu juga memberikan yang baik kepada anakmu. Apalagi Bapa di surga! Ia akan memberikan Roh-Nya kepada mereka yang meminta kepada-Nya!"
Ayat di atas semakin menguatkan dan meyakinkan kita, bahwa Bapa di surga selalu memdengar dan membalas setiap doa-doa kita, tapi mengapa sampai sekarang belum terealisir ?. Ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut, diantaranya dosa, dosa akan mejadi penghalang doa-doa kita kepada Bapa, oleh sebab itu mintalah ampun dan bertobat agar doa-doa kita terjawab dengan segera. Hal lain selanjutnya yang juga diperkirakan dapat menghambat tercapainya cita – cita dan mimpi kita belum saatnya kita menggapai mimpi atau cita-cita tersebut, ialah Bapa di surga menganggap kita belum layak untuk mendapatkannya.
Misalkan si A menyukai olah raga balap motor dan ia menginkan sebuah sepeda motor, tapi oleh Bapa belum di jawab doanya, Bukannya Tuhan tidak sayang dengan si A, justru sebaliknya, sebab jika langsung dikabulkan mungkin saja si A akan selalu memacu sepeda motornya yang mungkin akan mengakibatkan kecelakaan. Dan Bapa akan segera menjawab doanya jika ia sudah mampu mengontrol emosinya dalam mengendarai sepeda motor.
Langkah selanjutnya dalam pencapaian sukses kita adalah perencanaan, mengapa saya memasukan kegiatan perencanaan dalam misi kita untuk meraih sukses ?, karena dalam perencanaan akan memuat langkah – langkah yang akan kita muat agar kita terfokus dalam pencapaian kesuksesan/ mimpi kita, langkah – langkah/ prosedur tersebut dibuat agar kita tidak mengulang kesalahan yang kemarin yang mungkin telah kita buat atau pengulangan aktivitas kita yang pernah salah/ gagal. Ada baiknya perencanaan tersebut ditempel di daerah yang akan sering kita lihat, tujuannya agar kita termotivasi atas mimpi – mimpi kita.
Perencanaan dibuat agar kita memiliki langkah alternatif jika langkah utama kita mengalami kebuntuan, hal ini dilakukan agar kita dapat segera ‘banting stir’ sehingga kita dapat menghemat waktu apabila menemui jalan buntu. Selain itu perencanaan dibuat juga agar kita memahami kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang ada dalam diri kita dalam pencapaian mimpi-mimpi kita.
Buat jangka waktu dan biasakan untuk selalu disiplin. Supaya bisa mencapai ke tujuan kamu perlu membuat pembagian waktu yang berisi langkah-langkah yang harus dikerjakan. Pada setiap langkahnya buat batas final kapan harus selesai. Misal cohtoh soal tadi adalah berolahraga selama 30 menit setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu. Mulailah dengan 15 menit pada minggu pertama, kemudian bertambah menjadi 20 menit, 25 menit sampai kemudian 30 menit pada minggu keempat. Atau mulai dari sekali seminggu, kemudian dua kali hingga akhirnya bisa tiga kali seminggu. Buat tanda pada setiap langkah yang telah dilaksanakan, misal dengan mencoret atau memberi tanda bintang sebagai lambang keberhasilan. Sekali-kali boleh juga memberi diri sendiri hadiah, hitung-hitung sebagai penambah semangat. Karena bisa saja, kamu merasa jenuh atau bosan terus putus tengah jalan, atau gawatnya lagi balik ke kondisi semula. Nah, supaya nggak mengalami hal seperti itu, kamu harus tetap semangat dan jangan mudah menyerah.
Sekarang mungkin kamu sudah punya tekad yang ingin diraih di tahun 2007 ini. Jangan sia-siakan tekad tersebut. Kalau kamu membiasakan diri untuk selalu membuat tekad atau cita-cita lengkap dengan langkah-langkah nyatanya, bisa dipastikan hidup kamu juga akan lebih terarah dan rapih, alias tidak berantakan kemana-mana tanpa tujuan. Kalau misalnya cita-cita yang kamu buat dirasa terlalu berat atau kamu punya impian yang kayaknya susah diraih, jangan putus asa dulu. Anggap saja impian besarmu itu adalah kemenangan pada pertandingan final, dimana untuk mencapainya kamu harus melalui dulu beberapa pertandingan sebelumnya. Keberhasilanmu mengerjakan langkah demi langkah dalam proses meraih cita-cita ibarat kemenangan yang kamu raih pada setiap babak pertandingan. Satu hal yang tidak boleh dilupakan : tetap semangat dan jangan mudah menyerah. Kegigihan akan selalu berbuah manis. Percaya deh!
Sukses adalah pilihan apakah kita ingin meraihnya atau tidak, sukses tidak pernah datang dengan sendirinya.
Dalam bermimpi haruslah kita jabarkan dengan jelas, agar kita terfokus dengan arah tujuan kita. Jika penjabaran mimpi kita tidak jelas/ kabur maka aktivitas kita tidaklah jelas juga, sehingga banyak aktivitas yang gagal (dalam asumsi kita), padahal tidak, kita menganggap aktivitas itu gagal hanya karena tidak sesuai dengan mimpi kita. Hal ini mengakibatkan banyak terbuangnya waktu dan tenaga serta biaya, yang akan mengakibatkan kita patah semangat dan stres yang bisa menimbulkan berbagai macam penyakit.
Sedikit contah dalam penjabaran mimpi mengenai mobil, apakah kita ingin menaiki mobil pribadi, memiliki mobil pribadi atau mengendarai mobil pribadi karena ketiga hal tersebut satu sama lain berbeda dalam pengertian dan aktivitas dalam menggapainya.
Menaiki mobil pribadi (menikmati ac-nya, jok kulitnya) belumlah tentu memiliki mobil tersebut atau mengendarainya, memiliki mobil pribadi sudah pasti akan sering maniki mobil tetapi belum tentu kita yang mengendarainya, ketiga penjabaran mimpi kita mengenai mobil tersebut ada baiknya jangan disatukan karena akan mengakibatkan tidak terfokusnya aktivitas kita tetapi dapat diurutkan prioritasnya.
Dalam penentuan mimpi haruslah kita membedakan antara mimpi dan hayalan, karena (menurut saya lagi) hal itu adalah dua pemahaman yang berbeda, yang membedakan hal tersebut adalah dalam bermimpi kita mempunyai keterbatasan sedangkan hayalan tidak. Mimpi haruslah ada di sekitar kita setidaknya dalam jangkauan kita, tujuannya adalah agar kita dapat menumbuhkan harapan dalam mencapainya.
Tahapan kedua dalam pencapaian sukses adalah doa, Tuhan Yesus pernah berjanaji dalam kitab Yohanes 15:7 “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”.
Ayat mas inilah yang selalu saya jadikan pedoman dalam setiap aktivitas saya dan saya harap juga bisa digunakan oleh remaja sekalian., ada ayat lain yang dapat juga meyakinkan kita dalam hal berdoa “ketuklah maka pintu akan dibukakan, mintalah maka akan diberikan”.
Permasalahan yang sering terjadi dalam hal doa ini adalah, kita telah sering dan banyak berdoa, kita telah berdoa pagi, siang, sore bahkan malam tapi tidak terjawab atau belum terjawab. Hal inilah yang sering melemahkan kita dalam bertindak, kita lemah karena merasa sia-sia, seolah-olah kita merasakan Tuhan jahat atau tidak adil terhadap kita, ini adalah paradigma atau pemahaman yang salah.
Tuhan Yesus juga pernah memberikan penguatan iman kita dalam berdoa yaitu pada kitab Lukas 11:11 Di antara kalian apakah ada ayah yang memberikan ular kepada anakmu, kalau ia minta ikan? 11:12 Atau memberikan kalajengking, kalau ia minta telur? 11:13 Walaupun kalian jahat, kalian tahu juga memberikan yang baik kepada anakmu. Apalagi Bapa di surga! Ia akan memberikan Roh-Nya kepada mereka yang meminta kepada-Nya!"
Ayat di atas semakin menguatkan dan meyakinkan kita, bahwa Bapa di surga selalu memdengar dan membalas setiap doa-doa kita, tapi mengapa sampai sekarang belum terealisir ?. Ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut, diantaranya dosa, dosa akan mejadi penghalang doa-doa kita kepada Bapa, oleh sebab itu mintalah ampun dan bertobat agar doa-doa kita terjawab dengan segera. Hal lain selanjutnya yang juga diperkirakan dapat menghambat tercapainya cita – cita dan mimpi kita belum saatnya kita menggapai mimpi atau cita-cita tersebut, ialah Bapa di surga menganggap kita belum layak untuk mendapatkannya.
Misalkan si A menyukai olah raga balap motor dan ia menginkan sebuah sepeda motor, tapi oleh Bapa belum di jawab doanya, Bukannya Tuhan tidak sayang dengan si A, justru sebaliknya, sebab jika langsung dikabulkan mungkin saja si A akan selalu memacu sepeda motornya yang mungkin akan mengakibatkan kecelakaan. Dan Bapa akan segera menjawab doanya jika ia sudah mampu mengontrol emosinya dalam mengendarai sepeda motor.
Langkah selanjutnya dalam pencapaian sukses kita adalah perencanaan, mengapa saya memasukan kegiatan perencanaan dalam misi kita untuk meraih sukses ?, karena dalam perencanaan akan memuat langkah – langkah yang akan kita muat agar kita terfokus dalam pencapaian kesuksesan/ mimpi kita, langkah – langkah/ prosedur tersebut dibuat agar kita tidak mengulang kesalahan yang kemarin yang mungkin telah kita buat atau pengulangan aktivitas kita yang pernah salah/ gagal. Ada baiknya perencanaan tersebut ditempel di daerah yang akan sering kita lihat, tujuannya agar kita termotivasi atas mimpi – mimpi kita.
Perencanaan dibuat agar kita memiliki langkah alternatif jika langkah utama kita mengalami kebuntuan, hal ini dilakukan agar kita dapat segera ‘banting stir’ sehingga kita dapat menghemat waktu apabila menemui jalan buntu. Selain itu perencanaan dibuat juga agar kita memahami kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang ada dalam diri kita dalam pencapaian mimpi-mimpi kita.
Buat jangka waktu dan biasakan untuk selalu disiplin. Supaya bisa mencapai ke tujuan kamu perlu membuat pembagian waktu yang berisi langkah-langkah yang harus dikerjakan. Pada setiap langkahnya buat batas final kapan harus selesai. Misal cohtoh soal tadi adalah berolahraga selama 30 menit setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu. Mulailah dengan 15 menit pada minggu pertama, kemudian bertambah menjadi 20 menit, 25 menit sampai kemudian 30 menit pada minggu keempat. Atau mulai dari sekali seminggu, kemudian dua kali hingga akhirnya bisa tiga kali seminggu. Buat tanda pada setiap langkah yang telah dilaksanakan, misal dengan mencoret atau memberi tanda bintang sebagai lambang keberhasilan. Sekali-kali boleh juga memberi diri sendiri hadiah, hitung-hitung sebagai penambah semangat. Karena bisa saja, kamu merasa jenuh atau bosan terus putus tengah jalan, atau gawatnya lagi balik ke kondisi semula. Nah, supaya nggak mengalami hal seperti itu, kamu harus tetap semangat dan jangan mudah menyerah.
Sekarang mungkin kamu sudah punya tekad yang ingin diraih di tahun 2007 ini. Jangan sia-siakan tekad tersebut. Kalau kamu membiasakan diri untuk selalu membuat tekad atau cita-cita lengkap dengan langkah-langkah nyatanya, bisa dipastikan hidup kamu juga akan lebih terarah dan rapih, alias tidak berantakan kemana-mana tanpa tujuan. Kalau misalnya cita-cita yang kamu buat dirasa terlalu berat atau kamu punya impian yang kayaknya susah diraih, jangan putus asa dulu. Anggap saja impian besarmu itu adalah kemenangan pada pertandingan final, dimana untuk mencapainya kamu harus melalui dulu beberapa pertandingan sebelumnya. Keberhasilanmu mengerjakan langkah demi langkah dalam proses meraih cita-cita ibarat kemenangan yang kamu raih pada setiap babak pertandingan. Satu hal yang tidak boleh dilupakan : tetap semangat dan jangan mudah menyerah. Kegigihan akan selalu berbuah manis. Percaya deh!
Sukses adalah pilihan apakah kita ingin meraihnya atau tidak, sukses tidak pernah datang dengan sendirinya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
