Monday, November 5, 2007

"Sukses adalah Anda".

Diri Anda, dibentuk oleh karakter Anda. Karakter Anda, disusun dari berbagai
perilaku Anda. Perilaku Anda, dibangun oleh berbagai sikap dan kebiasaan
Anda. Dan apa yang menjadi kebiasaan Anda, adalah pengulangan berbagai
fenomena kesuksesan. Nggak percaya?

Apa yang akan menjadi kebiasaan Anda, adalah segala hal, tindakan, atau
aktivitas yang Anda anggap - dengan sadar atau tanpa sadar - sukses dan
berhasil. Apa yang berhasil Anda ciptakan atau lakukan, akan mendorong Anda
untuk mengulanginya. Lagi dan lagi. Sebaliknya, apa yang Anda anggap gagal
atau tidak berhasil, normalnya sih tak akan Anda ulangi lagi.

Untuk sementara, mari kita lepas dulu aspek benar atau salah, dan baik atau
buruk. Letakkan di luar diri Anda, dan mari ikuti Saya.

Seorang pencuri melakukan pencurian untuk pertama kalinya. Jika ia berhasil
mencuri tanpa tertangkap, akankah ia mencuri lagi? Ya, ia akan mencuri lagi.
Jika tidak tertangkap juga pada tindak pencurian berikutnya, ia akan mencuri
lagi untuk ketiga kalinya. Begitu seterusnya, sampai terbentuk kebiasaan
"sukses"-nya. Terbentuklah perilaku "sukses"-nya. Terbentuklah karakter
"sukses"-nya. Jadilah pencuri itu sebagai pencuri "sukses".

Jika suatu kali sang pencuri itu tertangkap polisi, akankah ia mengulanginya
lagi? Bisa ya, bisa tidak. Jika ia mengulanginya lagi, maka ia mengulangi
"kegagalan". Itu namanya pencuri bodoh. Pencuri yang tidak sukses.

Bagaimana dengan diri Anda sekarang? Apakah Anda terbiasa begadang sampai
detik ini? Jika ya, tetap saja, Anda adalah manusia sukses. Sebab kebiasaan
begadang Anda, hanya terjadi karena begadang itu sukses buat Anda. Anda
begadang, dan kemudian Anda tidak merasakan efek buruknya. Anda merasa
berhasil dan "sukses" begadang. Anda mengulanginya, dan terbentuklah diri
"sukses" Anda.

Jika suatu saat Anda jatuh sakit karena kebiasaan begadang Anda, maka Anda
akan dihadapkan pada pilihan. Jika Anda berhenti atau mengurangi begadang,
maka Anda akan terlahir kembali menjadi manusia "sukses" yang baru. Jika
Anda tetap doyan begadang, maka Anda terjerumus menjadi manusia tidak
sukses. Ndablek namanya. Gagal kok diulangi lagi.

Contoh lain. Jika sampai detik ini Anda terbiasa telat masuk kantor setiap
hari, Anda juga tetap manusia "sukses". Sebab karakter, perilaku, dan
kebiasaan itu, pasti terjadi karena Anda "sukses" melakukannya. Alias,
selama ini aman-aman saja. Jika kemudian, ternyata gaji Anda dipotong
sebagai konsekuensi dari terbongkarnya kebiasaan Anda, maka sekali lagi Anda
punya pilihan. Berhenti atau meneruskan. Melakukan hal yang sama atau
melakukan hal yang berbeda.

Jika Anda berhenti dan berubah menjadi rajin masuk kerja, maka Anda lahir
kembali menjadi manusia "sukses" yang baru. Jika Anda berusaha kreatif untuk
tetap telat dengan berganti "metode telat", dan itu ternyata berhasil, maka
Anda akan menjadi manusia "sukses" yang baru juga. Tetap saja, Anda adalah
manusia "sukses". Akan tetapi, jika Anda teruskan strategi telat Anda dengan
metode lama yang sudah terbukti gagal, maka sekali lagi Anda ndablek. Anda
berganti menjadi manusia yang tidak "sukses".

Anda suka ngebut sembarangan di jalanan? Sepanjang Anda tidak celaka, Anda
adalah manusia "sukses" sebagai setan jalanan. Jika Anda kemudian nyungsep
ke got atau berkesempatan mencium tiang listrik, maka waspadalah, di situ
akan muncul pilihan. Besok ngebut lagi dengan kesembarangan yang sama, atau
lebih hati-hati berkendara. Anda lebih berhati-hati, maka Anda berubah
menjadi manusia "sukses" yang baru. Anda tetap ngebut sembarangan, Anda
mungkin sudah gila. Setan jalanan yang gila dan tidak sukses.

Suka ninggalin shalat? Anda tetap sukses tuh. Sebab, konsekuensinya bisa
jadi belum akan Anda terima selagi Anda hidup di dunia. Karena Anda anggap
aman-aman saja, maka Anda mengidentifikasinya sebagai sebentuk kesuksesan.
Kemudian, Anda akan mengulanginya sehingga menjadi sikap, kebiasaan,
perilaku, dan akhirnya karakter. Karakter manusia yang "sukses" (di dunia).

Begitulah. Anda sebut saja. Apapun yang menjadi pilihan cara berpikir dan
cara bertindak Anda, dan kemudian Anda kembangkan menjadi sikap, perilaku,
dan kebiasaan, akan selalu mencerminkan karakter sukses Anda. Anda memilih
jadi orang baik atau jadi orang jahat, tetap saja Anda adalah manusia
"sukses". Jadi orang kuat atau orang lemah, dua-duanya sama suksesnya.

Kuncinya, ada pada pilihan Anda. Pandai-pandailah memilih. Dan ingatlah
bahwa apapun yang Anda pilih, akan mencerminkan "kesuksesan" Anda.

Mari kita masukkan kembali aspek benar atau salah dan baik atau buruk, yang
tadi kita copot untuk sementara. Sekarang Anda pilih yang mana? Hal, cara
pikir, sikap, tindakan yang baik atau yang buruk? Yang benar atau yang
salah? Dari situlah semua kesuksesan Anda bersumber. Apapun yang Anda pilih,
akan mensukseskan diri Anda. Sukses apa yang Anda mau? Sukses mana yang Anda
inginkan?

Percayalah pada Saya. Tak perlu khawatir, sebab Anda sudah sukses detik ini
juga. *Just beware of Your choices!*

Makna Sahabat

Bagi saya seorang sahabat memiliki makna 3 hal, membahagiakan,
menggembirakan dan menyenangkan. Jika kehidupan selalu silih berganti
datangnya kebahagiaan dan penderitaan namun seorang sahabat hadir
dalam bentuk 3 hal diatas sehingga kehadiran orang sahabat saling
memuliakan membuat hidup ini menjadi indah.

Sebagai seorang sabahat. Walaupun tak sempat bertegur sapa, susah di
hubungi, terkadang males juga jawab email, yang pasti banyak luput dan
dosa.Tak lupa dengan segenap kerendahan hati, saya mengucapkan mohon
maaf lahir batin jika ada kekurangan ataupun kesalahan. Keberadaan
anda sebagai sahabat buat saya adalah membahagiakan, menggembirakan
dan mennyenangkan hidup ini.

posted by :agussyafii

Senyum Itu Indah dan Mudah

Pagi ini saya ketika hendak ke kantor, saya melewati gedung Pertamina. Ada spanduk besar dengan wajah seorang gadis yang sedang tersenyum dan sebuah pertanyaan yang cukup menarik buat saya. Pertanyaannya adalah "Sudahkah anda tersenyum hari ini?"

Setiap pagi, siang, sore dan malam saya selalu bertemu dengan orang yang selalu tersenyum. Entah di kantor, di rumah, di jalan, di bus, saya merasakan hangatnya senyuman bagai sinar matahari pagi. terkadang senyum itu merupakan pekerjaan paling mudah namun sulit bagi orang-orang tertentu. Misalnya orang yang sedang patah hati, sakit gigi atau ribut sama istri.

Sebenarnya ada cara gampang agar kita mudah senyum. Caranya adalah syukurilah hidup ini ditengah hadirnya kebahagiaan dan penderitaan yang datang silih berganti. Gampang bukan?

posted by :agussyafii

Thursday, July 26, 2007

Doa ku

Bapa kami yang ada di dalam surga
Terima kasih Tuhan, Karena Engkau memberi kami keinginan untuk maju,
meraih impian dan cita-cita, untuk berkarya dan berbuat lebih baik lagi.

Ya Bapa, Engkaulah Tuhan Pencipta kami,
Engkaulah yang berkuasa sepenuhnya atas hidup kami,
dan Engkaulah yang mengetahui apa yang terbaik bagi kami.
Jalan-jakanMu melampaui akal pikiran kami yang terbatas.
Engkau mempunyai rencana yang indah dalam kehidupan kami,
dan rencanaMu akan Kau genapi, jika kami sepenuhnya taat dan turut dalam pimpinanMu.

Ya Bapa
kami menyadari bahwa kami manusia yang tak luput dari dosa,
dan dak luput dari keinginan daging.

Karena itu ya Bapa
ajarlah kami untuk meletakan seluruh keingina kami dalam kehendak dan rencanaMu,
Menjadikan firmanMu, sebagai dasar dalam memilah-milah keinginan kami.

Ya Bapa
Dengarlah doa kami yang jauh dari sempurna ini,
biarlah kehendakMu saja yang jadi

Dalam nama Yesus Kristus
Tuhan dan Juru Selamat kami yang hidup

Haleluyah , amin

Tuesday, July 17, 2007

Cangkir yang cantik

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudianmata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.

"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya.
"Kaubenar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,"ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yangdimaksud berbicara

"Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.”

“Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruklagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas !Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !"

“Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaanini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku.

“Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapan kuberdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Renungan :
Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Tuhan membentukkita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, danbanyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkankemuliaa n-Nya.

"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun."

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Dia sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk aku

by Satriyo Hari @xxxx.co.id)
www.fredysetyawan. com

Monday, July 16, 2007

Allah Yang Peduli

(Mazmur 40:12-18)

Dari pembacaan ayat-ayat tersebut, kita melihat bagaimana pergumulan seorang anak manusia yang mengalami berbagai kesulitan dalam kehidupan, yang menurutnya telah melampaui kekuatannya. Sebenarnya keadaan orang ini mirip dengan apa yang kita alami. Kita menyadari, untuk menjadi seorang anak Tuhan yang berkenan kepada-Nya, yang dapat mengikuti keinginan-Nya, adalah sesuatu yang mustahil. Tetapi firman Tuhan berkata, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, menjadi mungkin bagi-Nya.” Dunia yang dihadapi dengan segala persoalannya, dan klimaksnya adalah dosa serta kuasa kegelapan, sangat melampaui kekuatan kita. Seorang anak manusia yang dapat mengikuti jejak Tuhan Yesus, biarlah bergembira dan bersuka cita karenanya, dan semua orang yang mencari Tuhan, biarlah mereka bersuka cita. Tuhanlah yang menolong dan meluputi aku, dan janganlah berlalu.
Ketika kita datang berhimpun dalam persekutuan orang-orang percaya, berarti kita sedang berperkara dengan Tuhan yang sungguh-sungguh agung. Tuhan yang menciptakan dan mengatasi alam jagat raya, artinya Tuhan yang melampaui besarnya jagat raya dan alam semesta yang unlimited (tidak terbatas) ini. Kita sedang berperkara dengan Tuhan yang mengatasi atau melampaui segala gerak sejarah, bagaimana pun dahsyatnya peristiwa sejarah itu. Namun ternyata, Tuhan yang dahsyat dan tak terbatas itu, sangat memperhatikan kita.
Dalam Yesaya 40:12-15, 23, 27-29, dinyatakan bagaimana kebesaran dan kedahsyatan Tuhan yang luar biasa. Kita tidak akan mampu mengatasi Tuhan yang agung itu dengan akal pikiran yang terbatas. Kita adalah realitas kecil dari ciptaan-Nya, sebab kita sangat kecil dibandingkan dengan gerak alam semesta dan gerak sejarah.
Ketika kita gagal mencapai suatu cita-cita, saat terpuruk dalam keadaan yang serba berkekurangan, ketika tertolak oleh lingkungan, kita dianggap pecundang, orang yang kalah. Sebagai orang yang tidak diperdulikan, maka kita pun merasa sebagai orang yang terbuang. Kalau pun menghampiri Tuhan, kita datang kepada-Nya dengan hati yang kurang percaya, kurang yakin pada kuasa-Nya. Menyampaikan permohonan kepada-Nya pun dengan ratapan dan tangisan, bukan hanya setengah memaksa, tetapi menekan-Nya. Ratapan dan tangisan itu kita gunakan sebagai sarana untuk membujuk dan merayu Tuhan. Meski pun contoh ini relatif, tetapi inilah suatu gejala yang dapat dilihat dengan mata telanjang.
Sekali lagi, dibandingkan dengan realitas dunia ini, manusia sangat kecil. Namun Dia begitu mempedulikan kita yang kecil dan miskin ini. Kita sangat diperhatikan-Nya. Jika ayat 27 mengatakan, Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: “Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?”. Sebenarnya itu adalah bahasa atau seruan kita kepada-Nya. Seiring dengan pertumbuhan rohani, seharusnya hati kita berubah. Ini sangat penting, sebab inilah kuncinya! Jika dulu kita berdoa dengan meratap dan menangis di kaki-Nya, tetapi sekarang tidak! Tuhan yang kukasihi pasti mempedulikan aku, sebab aku berharga di mata-Nya! Sesungguhnya, Tuhan mempertaruhkan seluruh yang dimiliki-Nya untuk keperluan hidup orang yang sangat dikasihi-Nya.
Jika pikiran kita tidak sanggup mengerti segala jalan-jalan-Nya, tetapi hati kita dapat percaya. Segalanya tidak terduga apa yang Dia kerjakan bagi kita. Jika Allah rela memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk menebus kita, sesungguhnya itulah jati diri-Nya. Sehingga untuk hal-hal yang lain, apalah artinya bagi Dia? Setelah kita ditebus dengan darah yang mahal, darah Yesus Kristus, dan diangkat menjadi anak-Nya, Allah akan mengatur segala sesuatunya bagi kita, untuk mendatangkan kebaikan menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya (Flp. 4:19). Bagaimana Allah yang begitu dahsyat, mau dan rela campur tangan dengan perkara-perkara kita yang kecil, mengapa Dia terus “resek” dengan urusan kita? Itulah bukti kesetiaan dan kasih-Nya yang besar bagi umat tebusan-Nya. Allah tidak ingin kita terhilang.
Tuhan menghargai hidup kita, lebih daripada kita menghargai hidup. Tuhan yang tak terbatas itu mau terus memperhatikannya. Jika Dia menghargai kita, tentunya kita pun selayaknya menghargai hidup ini secara proporsional. Itu kalau kita mempercayai bahwa Tuhan memperhatikan hidup kita. Sebaliknya, kita sering tidak menghargai hidup ketika merasa hak kita tidak diperhatikan-Nya. Hari ini kita harus merasa yakin, bahwa hidup kita diperhatikan dan dipelihara Tuhan. Sadarilah, bahwa keadaan kita semuanya dalam kontrol Allah Bapa, yang mengasihi kita lebih daripada orangtua sendiri.
Tatkala seseorang berpaling dari Tuhan, dan mencari perlindungan pada dunia yang menjanjikan pangkat, harta, dan kesenangan lainnya, sehingga terhilang dari hadapan Tuhan. Hari-hari ini banyak orang yang lebih peduli dengan uang dan harta, filosofi mereka adalah demi kelangsungan hidup, sehingga banyak orang hanyut dengan kesenangan duniawi, dan berharap demi melengkapi kebahagiaan dapat meraih dunia sebanyak-banyaknya. Orang ini lupa bahwa Tuhan mempedulikannya sangat sempurna. Orang ini beranggapan, banyak uang maka hidupnya semakin senang. Padahal Tuhan memberikan kita kekayaan itu dengan maksud untuk digunakan bagi kemuliaan-Nya.
Tuhan mungkin menginginkan kita memiliki harta secukupnya, seberapa tepat harta yang patut kita miliki, karena memiliki harta berlebih dapat menghancurkan hidup kita sendiri. Artinya, agar kekayaan itu tidak menjerat dan membahayakan hidup kita. Allah sangat mengasihi kita, jika telah memiliki harta berlimpah, maka hidup kita akan semakin menjauh dari-Nya. Inilah yang dikhawatirkan-Nya.
Hidup itu seharusnya biarkan saja mengalir, dan hargailah hidup ini dengan memahami sebagaimana Tuhan menghargai hidup kita. Pertanyaannya, kapankah kita menghargai hidup? Kita menghargai hidup ketika Tuhan menjadi pusat kebahagiaan kita, bukannya harta, pangkat, jodoh atau apa pun, melainkan Tuhan saja yang menjadi pusat kehidupan kita. Sesungguhnya manusia dapat hidup tanpa apa pun atau siapa pun. Sebab itu saat ini juga katakan pada dirimu, bahwa saya tidak dapat hidup tanpa Tuhan!
Dalam ayat 28b dikatakan, “Tuhan ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; ….. “ Alam semesta ini diciptakan-Nya untuk kita diami. Semua ciptaan-Nya adalah sempurna, dan dipersiapkan bagi umat manusia. Pemazmur mengatakan, Tuhan telah mempersiapkan semua berkat bagi yang dicintai-Nya, pada waktu mereka tidur (Mzm. 127:2b). Allah tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya, yaitu orang-orang yang telah dipilih dan dipanggil, untuk menerima berkat-berkat-Nya.

CARA PANDANG TERHADAP BEBAN HIDUP

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul beban tersebut. Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi". Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.

Start the day with smile and have a good day........